Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts

Thursday, January 30, 2014

Prof. Yohanes Surya PhD, Carikan Saya Anak Yang Paling Bodoh

Prof. Yohanes Surya. PhD, Sang Super Guru

Prof. Yohanes Surya PhD. yang dilahirkan di Jakarta 6 Nopember 1963 ini, tidak asing lagi bagi telinga kita karena telah melahirkan segudang prestasi ditingkat internasional. Profesor lulusan College of William and Mary, Jurusan Fisika dari USA, dibawah bimbingan beliau, pelajar dari Indonesia telah mmapu berbicara di tingkat dunia. 54 medali emas, 33 medali perak dan 43 medali perunggu telah diraih pelajar indonesia didalam berbagai lomba olimpiade tingkat internasional. Bahkan pada tahun 2006, Pelajar Indonesia menjadi juara dunia, mengalahkan 86 negara.

Hari ini beliau banyak berbincang dengan anggota PPI Kyoto, di Universitas Kyoto, Jepang. Beliau bercerita rahasia resepnya untuk menjadi seorang pengajar yang luar biasa. Mengapa luar biasa? tentu saja, karena sudah membuat Pelajar Indonesia menjadi Juara Dunia di bidang Fisika.

Tetapi yang menarik buat saya adalah, beliau mengatakan bahwa orang Indonesia itu cerdas, jika diberi kesempatan dan dilatih dengan baik. Beliau mengatakan, ”tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanya anak yang tidak mendapat kesempatan belajar dari guru yang baik dan metode yang benar.” Untuk membuktikan pendapatnya ini, maka beliau pergi ke Papua untuk mencari murid yang paling bodoh, yang paling sering tinggal kelas, yang tidak bisa menjumlahkan, pokoknya yang bodohnya tak ketulunganlah kata orang Jakarta.

Mereka dibawa ke Jakarta, dalam tempo 6 bulan anak anak itu sudah menguasai pelajaran kelas 1 sampai kelas 6 SD. Ada satu orang anak yang sudah 4 tahun tinggal kelas di kelas 2 SD, dilatih kemudian menjadi juara nasional untuk olimpiade matematika, dan juga menjadi juara lomba membuat robot tingkat nasional. Banyak dari antara anak anak papua yang paling bodoh itu, yang kampungnya paling terpencil, dimana semua orang masih pakai koteka, setelah di latih oleh guru yang baik dan metode yang benar, setelah di beri kesempatan, maka pada tahun 2011, anak-anak itu menjadi juara Olimpiade Sains dan Matematika Asia , dengan merebut emas, perak dan perunggu.

Masih sungguh banyak prestasi yang dicapai Sang Guru ini, yang tak mungkin saya ceritakan dalam tulisan singkat ini. Tetapi cukuplah mewakili bahwa dengan memberi kesempatan bagi anak anak dari desa terpencil di Indonesia, mereka bisa menjadi Juara Dunia.

Prof. Yohanes Surya PhD, setelah menyelesaikan studinya di USA, beliau sempat kerja disana dan ditawari berbagai hal menarik supaya tetap di USA. Tetapi beliau memilih untuk pulang ke Indonesia untuk berbuat sesuatu. Beliau punya mimpi 15 tahun kedepan untuk mendidik anak-anak Indonesia yang paling tertinggal didaerah daerah, sehingga mereka menjadi Doktor (PhD), 30000 doktor, yang disebar diseluruh pelosok negeri. Jika ini terwujud, maka Indonesia akan bisa berbicara di Tingkat Internasional, bahkan kita akan bisa bertanding dengan negara maju seperti USA.

Jika anak-anak Papua bisa menjadi juara olimpeade fisika, juara olimpiade matematika, Juara membuat robot, maka semua anak-anak Indonesia yang paling bodoh sekalipun diseluruh nusantara, jika diberi kesempatan dan dibimbing dengan metode yang benar, maka sangat mungkin menciptakan 30000 doktor yang tersebar diseluruh Indonesia, ketika itu terjadi maka kemajuan negeri kita akan sama dengan USA, bahkan seperti pelajar Indonesia yang juara Olipiade Fisika, maka kita bisa jadi juara dunia, semua mungkin jika kita berusaha. Mestakung, kata beliau, semesta akan mendukung jika kita berusaha.

Apa rahasianya menjadi guru yang baik? Guru yang baik adalah guru yang bisa menginspirasi para muridnya, guru yang baik adalah guru yang bisa mengajarkan muridnya dengan mudah, ceria dan senang. Metode yang diyakininya ini ternyata telah berhasil dengan luar biasa. Selain menjadi Juara Dunia di bidang Fisika dan Matematika, sudah banyak anak didiknya menjadi ilmuwan dan PhD terkemuka didunia. Satu lagi kita sudah menjadi lawan yang tangguh di bidang matematika dan fisika. Seumpama ini adalah pertandingan bola, maka kita adalah Brazil atau Jerman. Lawan yang sudah ditakuti lawan sedunia.

Tulisan ini masih akan bersambung, karena besok masih ingin berdiskusi panjang lebar dengan Sang Guru. Selamat datang di Kyoto Sang Super Guru, salute for you.

Tonton video Satu Indonesia – Prof Yohanes Surya di tautan berikut:
Tonton videonya hingga selesai sangat inspiratif sekali

http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=ic76kU5ogMA

Sumber: maxmanroe

Friday, January 10, 2014

Cerita Pengalaman Kuliah di Universitas Stanford


Ini adalah sebuah cerita seorang mahasiswa tentang pengalamannya kuliah di universitas stanford california, bila dibandingkan dengan universitas di indonesia sangat jauh sekali. Jadi bagi kamu yang masih berminat untuk belajar dan ingin melanjutkan kuliahnya yuk jangan ragu untuk melanjutkan kuliahnya di luar negri karena universitas di luar negri untuk saat ini jauh lebih lebih baik dibandingkan dengan universitas di dalam negri.

Hampir dua tahun lalu, sebagai siswa SMA, saya memilih untuk melanjutkan pendidikan di Stanford University, California. Salah satu keputusan terbaik dalam hidup saya. Apapun ekspektasi saya akan Stanford dua tahun lalu, selama dua tahun ini Stanford selalu melewati ekspektasi itu.

Saya bakal cerita sedikit tentang pendidikan, kehidupan murid, dan aspek-aspek lain di Stanford yang selama ini saya amati. Karena rasanya bakal panjang, post ini akan dibagi dua – post ini akan memuat cerita tentang kampus dan sisi akademis di Stanford.

Sebagai mahasiswa Computer Science, contoh-contoh dalam karangan ini terkadang spesifik ke pengalaman saya di bidang ini. Tentu mahasiswa-mahasiswa di bidang lain mungkin punya perspektif lain tentang pengalaman Stanford mereka.

Kampus

Stanford Memorial Church
Dengan luas 8180 acre, Stanford adalah universitas terbesar di dunia dari aspek luas tanah, juga diakui umum sebagai salah satu universitas tercantik di dunia. Arsitekturnya klasik, ditandai dengan atap bata merah dan bangunan batu pasir. Sepanjang lorong Stanford ditandai lengkungan-lengkungan dramatis (lihat foto), membuat berjalan ke kelas jarang membosankan.

Banyak lokasi turis di kampus ini, seperti Memorial Church, atau Hoover Tower, menara yang didedikasikan untuk Herbert Hoover, mantan presiden Amerika dan mahasiswa Stanford angkatan pertama.

Stanford terletak 1 jam jauhnya dari San Francisco, di tengah-tengah Silicon Valley, daerah industri IT di mana perusahaan-perusahaan seperti Facebook, Google, Intel, Yahoo dan Apple berpusat. Bahkan beberapa pemimpin atau penemu perusahaan-perusahaan ini adalah alumni Stanford, seperti Jerry Yang (pendiri Yahoo), atau Sergey Brin dan Larry Page (pendiri Google), dan masih banyak lagi.

Karena lokasi yang dekat ini, pendidikan dan kehidupan murid di Stanford banyak bercampur dengan kehidupan Silicon Valley – lebih banyak tentang ini nanti.

Larry Page and Sergey Brin, Stanford alumni and Google founder

Faktor terakhir tentang lokasi yang penting – cuaca! Stanford terletak di daerah yang cuacanya paling enak di Amerika: nggak terlalu dingin, nggak terlalu panas. Redwood City, kota yang 25 menit jauhnya dari Stanford, adalah salah satu dari 3 kota dengan iklim terbaik di dunia.

Di musim dingin, suhu terendahnya hanya sekitar 2 – 5 derajat Celcius. Di musim panas, suhunya hanya sedikit lebih dingin dari Indonesia, sekitar 18 – 28 derajat. Ini berarti nggak perlu bawa jaket tebal-tebal, dan mostly bisa keluar dengan kaos dan jeans aja :)

Akademis

Stanford hampir selalu termasuk  dalam daftar 5 besar ranking-ranking universitas terbaik di dunia. Universitas ini khususnya terkenal untuk bidang-bidang teknik, seperti ilmu komputer. Tapi yang oke banget tentang akademis di Stanford adalah keseimbangannya.

Hampir semua jurusan di sini masuk daftar universitas terbaik di Amerika dan dunia – entah itu di bidang teknik, ilmu sosial, psikologi, matematika, sains, hukum, sejarah, atau bisnis / ekonomi. Ini jarang banget di universitas top dunia, yang biasanya cuma berfokus di beberapa bidang tertentu.

Keseimbangan ini membuat hampir semua murid Stanford biasanya punya banyak interest dan mengambil kelas di bidang yang bervariasi. Misalnya, selain suka mengambil kelas computer science (jurusan saya), saya juga mengambil kelas-kelas seperti linguistik, psikologi, sejarah dan ilmu bumi (earth system).

Ini dibantu dengan peraturan / requirement yang sangat rileks dan nggak mengikat. Kami diberi banyak kebebasan untuk memilih kelas-kelas, bahkan kita bisa mendesign major kami sendiri.  Kami harus sudah memutuskan jurusan di akhir sophomore year (tahun kedua), tapi selama tahun pertama, kami diencourage untuk bereksplorasi dan menemukan apa sih yang kami suka.

Secara akademis, Stanford terkenal dengan interdisciplinary studynya – pembelajaran yang menggabungkan jurusan-jurusan yang berbeda untuk membentuk pengertian yang lebih penuh. Contohnya adalah  Symbolic Systems (contoh lulusan : Marissa Mayer, jajaran atas di Google, atau Scott Forstall, vice president Apple yang memimpin pembuatan iPhone) yang menggabungkan Computer Science, Philosophy, Psychology, Linguistics, Communication, dan Education. Jurusan ini mempelajari cara manusia berpikir.

Aplikasinya bisa berupa desain produk yang sesuai psikologi dan keinginan pengguna atau artificial intelligence yang meniru cara berpikir manusia. Ada juga Management Science & Engineering yang seperti MBA / bisnis untuk orang-orang di bidang-bidang sains dan engineering. Human Biology, yang menggabungkan biologi, farmasi obat2an, nutrisi, dan antropologi.

Interdisciplinary study seperti ini membawa pendidikan ke arah yang lebih spesifik dan terspesialisasi, serta mendayagunakan orang-orang yang punya beragam interest. Hampir semua (atau semua?) departemen memungkinkan mahasiswa untuk mendesign majornya sendiri.

Sistem pendidikan ini juga sangat membina critical thinking. Dalam pendidikan di US, ini dicapai oleh pelajaran humanities, seperti dengan sangat jelas dituturkan video ini (berjudul “In Defense of Humanities”, oleh profesor di Stanford). Kelas-kelas humanities mendorong kita bertanya dan mendiskusikan life questions, mendorong kita untuk berpikir tentang hal-hal yang biasanya kita take for granted.

Semua mahasiswa tingkat 1 di Stanford wajib mengambil 3 quarter (caturwulan) Introduction to Humanities. Di quarter pertama saya, kelas humanities saya mengajak murid untuk membayangkan bagaimana teknologi bisa membentuk masa depan yang utopian atau dystopian. Di quarter kedua dan ketiga, kami menelaah cerita-cerita dari agama Kristen, Budha, Hindu dan Islam secara kritis, dari sisi historis dan teologis.

Yang paling menyenangkan dari kelas-kelas ini adalah debat-debat / diskusi yang berlangsung di kelas. Dua kali seminggu, selama satu jam, sekitar 15 orang murid duduk di sekeliling meja kotak besar bersama seorang guru, dan kita berdiskusi atau berdebat tentang topik pelajaran itu.

Guru benar2 jadi fasilitator dan berlaku seperti salah satu peserta diskusi juga, bersama-sama membangun argumen secara konstruktif. Ingin mencoba kelas-kelas lecture Stanford? Kamu bisa lihat kelas online Stanford di coursera.org atau di iTunesU.

Apakah sulit sekolah di sini? Iya dan enggak. Iya, karena nilai kita dibandingkan dengan temen-temen sekelas yang bisa dibilang termasuk orang-orang tercerdas di dunia. Enggak, karena 1) saya merasa saya belajar hal-hal yang saya suka dan kebanyakan kelas saya menarik banget buat dipelajari. 2) mayoritas orang-orang di sini arguably nggak terlalu peduli sama nilai, tapi lebih ke apa yang mereka pelajari.

Anehnya, orang-orang terjago yang saya tau di Stanford malah nggak terlalu bagus nilai pelajarannya – banyak dari mereka yang sibuk kerjain project on the side dan cuma serius di pelajaran kalau pelajaran itu berguna buat mereka. Banyak juga ada project classes yang tugas akhirnya bikin hasil karya nyata, misalnya robot, program atau perusahaan (startup). Kelas-kelas kayak gini biasanya level kesulitannya beragam, tergantung apa yang pengen kamu dapat dari kelas ini. Misalnya, kalo kamu cuma pengen pass kelas itu, gampang. Tapi buat mereka yang bakal pake project kelas ini buat bikin perusahaan sungguhan, tentu mereka bakal nuangin banyak waktu dan tenaga di kelas tersebut. Oh ya, di sini juga hampir nggak pernah ada orang yang nanya nilai tes / GPA orang lain.

Nggak cuma ada kelas-kelas serius aja, tapi juga kelas-kelas yang super asik. Kelas paling populer di sini adalah kelas social dancing dan wine tasting. Ada kelas berjudul Sleep and Dream  yang bakal kasih kamu ekstra kredit kalau bisa tidur di kelas. Kelas sports di sini juga lengkap (tim olahraga di sini juga salah satu yang terbaik di Amerika!), seperti memanah, golf, sampai kickboxing. Ada juga kelas bertani.

Murid-murid bisa memulai dan mengajar kelas mereka sendiri, dengan mengajukan “Student-Initiated Course”. Kelas apapun yang kamu bisa pikirkan – mungkin kelas itu dapat ditemukan di Stanford. 44% mahasiswa di Stanford study abroad sedikitnya 1 quarter dalam pendidikan Stanford mereka, melalui Bing Overseas Study  yang menawarkan kesempatan study abroad ke banyak kota, seperti Australia, Barcelona, Berlin, Cape Town, Madrid, Oxford, Paris, dan Santiago.

Ada juga program bersekolah 1 quarter di Washington DC, di mana kurikulumnya termasuk internship di instansi pemerintah. Ada yang bekerja di kantor senator, surgeon general, jaksa agung dan banyak lagi.

Secara akademis dan profesional, Stanford membuka banyak pintu kesempatan buat murid-muridnya. Riset, misalnya – di jurusan computer science, sudah ada kesempatan riset di summer di akhir tahun pertama. Semua murid S1 di Stanford wajib mengambil kelas tiga kelas writing yang berbasis di research, sehingga semua mahasiswa tingkat dua sudah tahu dasar-dasar menulis research paper.

Misalnya, di dua kelas writing yang saya sudah ambil, saya meriset dan menulis tentang penanganan HIV-AIDS di Indonesia, dan kerjasama Soekarno-Hatta dan Jepang selama penjajahan Jepang di Indonesia. Hubungan erat antara Stanford dan industri di sekitarnya juga membawa banyak manfaat, terutama untuk mahasiswa-mahasiswa yang mempelajari bidang teknik seperti Electrical Engineering atau Computer Science.

Stanford adalah salah satu tujuan utama recruiting di kebanyakan perusahaan, entah melalui career fair atau info session perusahaan tertentu yang ada hampir setiap hari. Mahasiswa di bidang ini  sudah mulai bekerja praktek (internship) yang dibayar, walau tidak wajib, di perusahaan-perusahaan sejak akhir tahun pertama kuliah (bahkan ada beberapa yang sudah bekerja praktek sejak masih di SMA). Pembicaraan kayak “what are you doing this summer?” -”Google/Facebook/Apple/Amazon/LinkedIn” itu biasa banget.

Emphasis Stanford terhadap entrepreneurship benar2 kuat – aura entrepreneurship di sini adalah one of those things yang harus ada di sini untuk ‘ngerasain’ itu. Environmentnya luar  biasa kondusif. Kerja di small or start-up company adalah sesuatu yang hip di sini (bahkan banyak orang-orang yang angkat alis ketika perusahaan-perusahaan besar kayak Microsoft atau Yahoo disebut).

Mahasiswa punya start-up itu biasa. Banyak faculty di sini yang entrepreneurs themselves atau berhubungan dekat dengan perusahaan2 (presiden Stanford, John Hennessy, adalah boardmember di Google dan banyak company lain) – dan mereka ready untuk mentor entrepreneurs secara langsung.

Professor Frederick Terman, misalnya, menjadi mentor Hewlett dan Packard waktu mereka masih di garasi di Palo Alto, dan mendorong terbentuknya Silicon Valley. Larry Page dan Sergey Brin sering menyebut Professor Terry Winograd sebagai pengaruh besar terbentuknya Google.

Di kampus, kami punya banyak seminar mingguan tentang entrepreneurship, kelas entrepreneurship, konferensi entrepreneurship, Startup School, dan banyak kontes-kontes entrepreneurship di kampus. Kami punya job fair khusus start-ups.

Kedekatan kami dengan Silicon Valley membawa banyak tokoh bicara di sini – dalam tiga bulan pertama saya di Stanford, saya bertemu Seth Sternberg (cofounder Meebo), Peter Thiel (CEO Paypal & venture capitalist), beberapa venture capitalist dan eksekutif dari Facebook, Twitter, dan Foursquare. CEO Facebook, Mark Zuckerberg ‘mampir’ ke salah satu kelas pendahuluan Computer Science.

Yang paling penting dari semuanya adalah kenyataan kalau lebih dari 95 % murid S1 di Stanford tinggal di dalam kampus. Mereka semua tinggal di kamar yang berdekatan, dan makan di kafetaria yang sama hampir setiap hari. Hal terbaik tentang Stanford buat saya adalah pembicaraan-pembicaraan di meja makan dan perspektif-perspektif yang terdengar di kehidupan sehari-hari kami di sini.

Karena akademis di Stanford nggak hanya berfokus di bidang-bidang sains atau teknik, semua orang biasanya punya perspektif yang berbeda ke permasalahan atau isu yang ada di masyarakat. Banyak yang mengira kalau di sekolah seselektif Stanford bakal sangat kompetitif, tapi itu nggak terjadi di sini. Stanford adalah sekolah yang punya fasilitas lengkap dan profesor yang terbaik di bidangnya, namun yang membuat Stanford luar biasa adalah mahasiswa-mahasiswa di dalamnya.

Passion dan semangat mereka menginspirasi saya setiap hari, dan kolaborasi antar mahasiswa yang ada di lingkungan Stanford membuat satu sama lain semakin maju dan berkembang.

Sumber: indonesiamengglobal.com

Tuesday, January 7, 2014

Hancurnya sistem pendidikan di Indonesia dan harus dibenahi


Bila kita kaji lebih jauh produk dari sistem pendidikan kita saat ini, jauh lebih menyeramkan dari apa yang digambarkan oleh label “Sekolah para binatang”, bayangkan betapa para lulusan dari sekolah saat ini lebih banyak hanya menjadi pencari kerja dari pada pencipta lapangan kerja, betapa banyak para lulusan yang bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan yang digelutinya selama bertahun-tahun, sebuah pemborosan waktu, tenaga dan biaya.

Betapa para lulusan sekolah tidak tahu akan dunia kerja yang akan dimasukinya, jangankan kemampuan keahlian, bahkan pengetahuan saja sangatlah pas-pasan, betapa hampir setiap siswa lanjutan atas dan perguruan tinggi jika ditanya apa kemampuan unggul mereka, hampir sebagian besar tidak mampu menjawab atau menjelaskannya.

Begitupun setelah mereka berhasil mendapatkan pekerjaan, berapa banyak dari mereka yang tidak memberikan unjuk kerja yang terbaik serta berapa banyak dari mereka yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaannya?

Belum lagi kita bicara tentang carut marut dunia pendidikan yang kerapkali dihiasi tidak hanya oleh tawuran pelajar melainkan juga tawuran mahasiswa. Luar biasa “Maha Siswa” julukan yang semestinya dapat dibanggakan dan begitu agung karena Mahasiswa adalah bukan siswa biasa melainkan siswa yang “Maha”. Namun nyatanya ya Tawuran juga.

Apa yang menjadi biang keladi dari kehancuran sistem pendidikan di negeri ini?

1. Sistem yang tidak menghargai proses.
Belajar adalah proses dari tidak bisa menjadi bisa. Hasil akhir adalah buah dari kerja setiap proses yang dilalui. Sayangnya proses ini sama sekali tidak dihargai; siswa tidak pernah dinilai seberapa keras dia berusaha melalui proses. Melainkan hanya semata-mata ditentukan oleh ujian akhir.

2. Sistem yang hanya mengajari anak untuk menhafal bukan belajar dalam arti sesunguhnya.
Apa beda belajar dengan menghafal; Produk dari sebuah pembelajaran kemampuan atau keahlian yang dikuasai terus menerus. Contoh yang paling sederhana adalah pada saat anak belajar sepeda. Mulai dari tidak bisa menjadi bisa, dan setelah bisa ia akan bisa terus sepanjang masa. Sementara produk dari menghafal adalah ingatan jangka pendek yang dalam waktu singkat akan cepat dilupakan. Perbedaan lain bahwa belajar membutuhkan waktu lebih panjang sementara menghafal bisa dilakukan hanya dalam 1 malam saja.

Padahal pada hakekatnya Manusia dianugrahi susunan otak yang paling tinggi derajadnya dibanding mahluk manapun didunia. Fungsi tertinggi dari otak manusia tersebut disebut sebagai cara berpikir tingkat tinggi atau HOT; yang direpresentasikan melalui kemampuan kreatif atau bebas mencipta serta berpikir analisis-logis; sementara fungsi menghafal hanyalah fungsi pelengkap. Keberhasilan seorang anak kelak bukan ditentukan oleh kemampuan hafalannya melainkan oleh kemampuan kreatif dan berpikir kritis analisis.

3. Sistem sekolah yang berfokus pada nilai.

Nilai yang biasanya diwakili oleh angka-angka biasanya dianggap sebagai penentu hidup dan matinya seorang siswa. Begitu sakral dan gentingnya arti sebuah nilai pelajaran sehingga semua pihak mulai guru, orang tua dan anak akan merasa rasah dan stress jika melihat siswanya mendapat nilai rendah atau pada umumnya dibawah angka 6 (enam). Setiap orang dikondisikan untuk berlomba-lomba mencapai nilai yang tinggi dengan cara apapun tak perduli apakah si siswa terlihat setangah sekarat untuk mencapainya.

Nyatanya toh dalam kehidupan nyata, nilai pelajaran yang begitu dianggung-anggungkan oleh sekolah tersebut tidak berperan banyak dalam menentukan sukses hidup seseorang. Dan lucunya sebagian besar kita dapati anak yang dulu saat masih bersekolah memiliki nilai pas-pasan atau bahkan hancur, justru lebih banyak meraih sukses dikehidupan nyata.

Mari kita ingat-ingat kembali saat kita masih bersekolah dulu; betapa bangganya seseorang yang mendapat nilai tinggi dan betapa hinanya anak yang medapat nilai rendah; dan bahkan untuk mempertegas kehinaan ini, biasanya guru menggunakan tinta dengan warna yang lebih menyala dan mencolok mata. Sementara jika kita kaji lagi; apakah sesungguhnya representasi dari sebuah nilai yang diagung agungkan disekolah itu...?

Nilai sesungguhnya hanyalah representasi dari kemampuan siswa dalam “menghapal” pelajaran dan “subjektifitas” guru yang memberi nilai tersebut terhadap siswanya. Meskipun kerapkali guru menyangkalnya, cobalah anda ingat-ingat; berapa lama anda belajar untuk mendapatkan nilai tersebut; apakah 3 bulan...? 1 bulan..? atau cukup hanya semalam saja?

Kemudian coba ingat-ingat kembali, jika dulu saat bersekolah, ada diantara anda yang pernah bermasalah dengan salah seorang guru; apakah ini akan mempengaruhi nilai yang akan anda peroleh..?

Jadi wajar saja; meskipun kita banyak memiliki orang “pintar” dengan nilai yang sangat tinggi; negeri ini masih tetap saja tertinggal jauh dari negara-negara maju. Karena pintarnya hanya pintar menghafal dan menjawab soal-soal ujian.

4. Sistem pendidikan yang Seragam-sama untuk setiap anak yang berbeda-beda.
Siapapun sadar bahwa bila kita memiliki lebih dari 1 atau 2 orang anak; maka bisa dipastikan setiap anak akan berbeda-beda dalam berbagai hal. Andalah yang paling tahu perbedaan-perbedaanya. Namun sayangnya anak yang berbeda tersebut bila masuk kedalam sekolah akan diperlakukan secara sama, diproses secara sama dan diuji secara sama.

Menurut hasil penelitian Ilmu Otak/Neoro Science jelas-jelas ditemukan bahwa satiap anak memiliki kelebihan dan sekaligus kelemahan dalam bidang yang berbeda-beda. Mulai dari Instingtif otak kiri dan kanan, Gaya Belajar dan Kecerdasan Beragam. Sementara sistem pendidikan seolah-oleh menutup mata terhadap perbedaan yang jelas dan nyata tersebut yakni dengan mengyelenggaraan sistem pendidikan yang sama dan seragam. Oleh karena dalam setiap akhir pembelajaran akan selalu ada anak-anak yang tidak bisa/berhasil menyesuaikan dengan sistem pendidikan yang seragam tersebut.

5. Sekolah adalah Institusi Pendidikan yang tidak pernah mendidik.
Sekilas judul ini tampaknya membingungkan; tapi sesungguhnya inilah yang terjadi pada lembaga pendidikan kita. Apa beda mendidik dengan mengajar?

Ya.. tepat!, mendidik adalah proses membangun moral/prilaku/karakter anak sementara mengajar adalah mengajari anak dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak bisa menjadi bisa. Produk dari pengajaran adalah terbangunnya cara berpikir kritis dan kreatif yang berhubungan dengan intelektual sementara produk dari pendidikan adalah terbangunnya prilaku/akhlak yang baik.

Ya..! memang betul dalam kurikulum ada mata pelajaran Agama, Moral Panca Sila, Civic dan sebagainya namun dalam aplikasinya disekolah guru hanya memberikan sebatas hafalan saja; bukan aplikasi dilapangan.

Demikian juga ujiannya dibuat berbasiskan hafalan; seperti hafalan butir-butir Panca Sila dsb. Tidak berdasarkan aplikasi siswa dilapangan seperti praktek di panti-panti jompo; terjun menjadi tenaga sosial, dengan sistem penilaian yang berbasiskan aplikasi dan penilaian masyarakat (user base evaluation).

Jadi wajar saja jika anak-anak kita tidak pernah memiliki nilai moral yang tertanam kuat di dalam dirinya; melainkan hanya nilai moral yang melintas semalam saja dikepalanya dalam rangka untuk dapat menjawab soal-soal ujian besok paginya.

Mari kita renungkan bersama !

Sumber: cic-community

Kami setuju dengan sumber karena berdasarkan pengalaman yang penulis dapat di sekolah SD, SMP, SMA bahkan Kuliah dan apa yang kami lihat dari keadaaan yang ada pada saat ini, Semoga sistem pendidikan di indonesia dapat diubah  menjadi lebih baik.

Friday, December 13, 2013

Cerita Tentang Mahasiswa Indonesia di Singapura


Suatu pagi kami (mahasiswa asal indonesia) menjemput seorang klien di bandara. Orang tersebut sudah tua, kisaran 60 tahun. Si Bapak adalah pengusaha asal Singapura, dengan logat bicara gaya melayu dan english, beliau menceritakan pengalaman-pengalaman hidupnya kepada kami yang masih muda. Beliau berkata, "Your country is so rich!"

Ah biasa banget denger kata-kata itu. Tapi tunggu dulu. "Indonesia doesn't need the world, but the world needs Indonesia," lanjutnya. "Everything can be found here in Indonesia, you don't need the world."

"Mudah saja, Indonesia paru-paru dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kacau. Dunia yg butuh Indonesia! Singapura is nothing, we can't be rich without Indonesia. 500 ribu orang Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami, apartemen terbaru kami yang beli orang-orang Indonesia, gak peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah RS kami, isinya Indonesia semua. Terus, kalian tau bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap kebakaran hutan Indonesia masuk? Ya, Sangat-sangat panik, we are nothing.

Kalian tahu kan kalo kemarin dunia krisis beras, Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras. Lihatlah negara kalian, air bersih di mana-mana, lihatlah negara kami, air bersih pun kami impor dari Malaysia. Saya ke Kalimantan pun dalam rangka bisnis, karena pasirnya mengandung permata. Terliat glitter kalau ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik China, si pabrik jual kembali seharga Rp 30rb/kg. Saya lihat ini sebagai peluang. Kalian sadar tidak kalo negara-negara lain selalu takut meng-embargo Indonesia!

Yah, karena negara kalian memiliki segalanya, Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dari petani kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik sendiri. Tak perlu impor kalau bisa produk sendiri. Jika kalian bisa mandiri, kalian bisa MENGEMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD !!!

Sumber: agarirs

Monday, August 19, 2013

10 Tips Mempertajam Daya Ingat Otak


Daya ingat manusia identik dengan faktor usia. Semakin lanjut usia seseorang, maka akan semakin menurun daya ingatnya.
Namun ternyata cukup banyak cara yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan kemampuan daya ingat kita.
Berikut kami rangkumkan 10 tips bagaimana cara mempertajam daya ingat:

1. Senam Otak

Otak semacam otot yang perlu dilatih secara berkala. Caranya, buat tantangan atau tebak-tebakkan untuk diri sendiri yang dapat mengasah ingatan.
Misalnya menyebut judul lagu-lagu lama, mengingat bait puisi saat kecil, atau sebut 10 barang yang ada di dalam kulkas.

2. Berpikir

Mengingat satu hal yang tak kunjung muncul di kepala pasti menjengkelkan. Saat mengalaminya, jangan panik.
Tenangkan diri sesaat sambil memikirkan hal-hal ringan seperti jenis buah-buahan, jenis olahraga air, atau nama-nama sahabat.
Aktivitas itu akan membantu seseorang lebih cepat mengingat hal penting yang ia lupakan.

3. Air Putih

Fakta menunjukkan bahwa seluruh fungsi organ tubuh akan berjalan dengan baik ketika mendapat asupan air yang cukup. Tak terkecuali fungsi otak.
Maka biasakan minum enam hingga delapan gelas air putih dalam satu hari.

4. Santai

Tekanan atau stres membuat kerja otak melemah dan sulit berkonsentrasi.
Dalam kondisi demikian, istirahatlah sejenak sambil melakukan aktivitas santai seperti mendengarkan musik, membaca buku, atau bermain game online untuk memulihkan kerja otak.

5. Permainan Asah Otak

Kebiasaan mengisi teka-teki silang (TTS) yang tersedia di koran atau memainkan Sudoku di telepon genggam ternyata bermanfaat positif untuk meningkatkan daya ingat seseorang

6. Bertamasya ke Masa Lalu

Melihat kembali hal-hal di masa lalu secara tidak langsung melatih ingatan jangka panjang.
Saat Anda pulang kampung misalnya, cobalah memunculkan kembali kenangan-kenangan di masa kecil.

7. Makanan

Bukan hanya minyak ikan yang dapat mempertajam daya ingat, tetapi juga bahan makanan berwarna merah dan ungu seperti blueberry, buah bit, dan bawang merah.
Bahan makanan kaya asam folat seperti brokoli, pisang, dan kacang polong juga bermanfaat menjaga kesehatan otak.

8. Berpikir Lewat Gambar

Cara ini bisa dipraktikkan saat menyusun daftar belanja.
Catat barang-barang yang akan dibeli sambil membayangkan diri sedang berjalan menyusuri lorong-lorong supermarket dan menemukan produk yang diinginkan.

9. Tidur Cukup

Tidur dibutuhkan agar sel tubuh beristirahat dan beregenerasi. Termasuk sel otak.
Oleh sebab itu, usahakan bangun kerja sama fisik dan mental yang baik agar tercipta pola tidur sehat dan berkualitas.

10. Olahraga

Lakukan latihan fisik yang merangsang perbaikan sirkulasi darah seperti jogging dan aerobik.

Sirkulasi darah yang lancar akan meningkatkan produksi oksigen ke otak yang sangat bermanfaat untuk mempertajam kemampuan berpikir.

Sumber

Tuesday, June 25, 2013

Jadwal Pembuangan Racun Pada Tubuh Manusia




Inwepo Fact -  Pada waktu waktu tertentu, sistem tubuh manusia membuang racun di dalamnya. Bila kita dapat mengetahui jadwalnya, kita dapat memaksimalkan pembuangan racun tersebut.


Sumber racun bagi tubuh itu ada beberapa sumber, misalnya, dari Udara, Air, Makanan dan Minuman dan Obat-obatan kimia. 


Apa itu Detoksifikasi?

Detoksifikasi adalah Proses pembuangan racun dari dalam tubuh. Proses ini sangat POSITIF karena membantu tubuh melakukan proses pembersihan diri secara alami. Sebenarnya secara alami tubuh sudah melakkan detoksifikasi ringan, seperti buang air besar ataupun buang air kecil

Namun harus diketahui bahwa tubuh juga melakukan detoksifikasi secara alami di malam hari. Jadi baiknya, hindari tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang, karena bisa memberi kontribusi buruk dalam proses pembuangan racun dalam tubuh," ungkap Dr. Lily G. Karmel MA.


Agar proses pembuangan detoksifikasi ini dapat bekerja secara efektif dan maksmal harus ada jadwal yang teratur. berikut ini adalah susunan jadwal untuk detoksifikasi tubuh. Berikut jadwalnya:


Malam hari 21.00 - 23.00

De-toxin pada sistem antibodi (kelenjar getah bening). Jika tubuh masih bekerja (kondisi tidak santai), hal ini berdampak negatif pada tubuh dalam jangka waktu panjang. Lalui dengan tenang dan segeralah tidur.

Malam hari 23.00 - 01.00

Proses de-toxin di hati, harus dalam keadaan tidur.

Dini hari 01.00 - 03.00

Proses de-toxin di empedu dalam keadaan tidur pulas.

Dini hari 03.00 - 05.00

Proses de-toxin di paru-paru. Akan terjadi batuk hebat bagi penderita batuk karena pembersihan telah mencapai saluran pernapasan. Hindari obat batuk agar tidak merintangi proses pembuangan kotoran.

Pagi hari 05.00 - 07.00

De-toxin usus besar harus membuang kotoran melalui buang air besar.

Pagi hari 07.00 - 09.00

Waktunya penyerapan gizi makanan bagi usus kecil. Jadi sebaiknya, harus sarapan. 

Dikutip dari health Ghiboo

Thursday, June 20, 2013

Yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Menjadi Pengusaha


Tulisan ini bertujuan untuk yang ingin memulai bisnis/usaha baru (pengusaha newbie) dan tulisan ini tidak bermaksud untuk menjatuhkan seorang yang baru ingin melangkah jadi pengusaha. Karena ada saja orang yang berfikir jadi seorang pengusaha lebih enak dari pada jadi karyawan/pekerja.

Kok kayanya enakan jadi pengusaha atau istilah populernya entrepreneur ya dibanding jadi karyawan yang digaji orang? Ya iyalah, lebih asik dan cool nge-gaji orang lah dibandingin digaji kan.

Tapi kedua pilihan itu sebenernya gak ada salah satu lebih hebat dari yang lain. Keduanya sama sama penting dan sama sama dibutuhkan. Gilenya, trend sekarang sepertinya sudah ngarah ke posisi yang agak salah, kebanyakan para entrepreneur-newbie  ingin jadi pengusaha dan bukan karyawan justru karena ingin dapat uang banyak dengan sedikit banget kerjanya, sedikit banget resikonya, dan bisa gaya-gaya ngebos! Nah loh!

pengusaha atau pegawai

Alhasil, sebagian terjerumus ke mimpi gak realistis yang ga ada ujungnya. Sebagian bangkrut karena kemalasan dibuai mimpi bahwa jadi pengusaha itu gak perlu usaha banyak, sebagian menyesal kenapa ninggalin kerjaan sebelumnya, sebagian yang ingin jadi entrepreneur bermodal minim justru megap-megap dihisap scam MLM.

Kesalahan Mindset Nomor #1
Entrepreneur / Pengusaha pasti Punya Banyak Duit Lebih dari Karyawan Gajian!

    Ini yang seringan fatal buat para pemula. Dari awal sudah memiliki ekspektasi yang tinggi padahal ngelihat belantara-nya saja belum pernah. Beberapa temen saya denger terbuai janji manis “omzet”. Terlalu asik mendengarkan “wah si A sebulannya bisa dapet omzet 20 juta loh sebulannya dari ngejual produk Z” atau “mendingan deh loe ngikut coba bikin produk X karena dengan ngejual 20 biji sebulan aja lo udah dapet 30 juta rupiah!”.

    Wow! Kedengeran menggiurkan ya, 20 juta sebulan atau 30 juta sebulan!  Sayangnya, kalo loe semua bro perhatiin lagi itu cuma omzet! Omzet itu berarti penjualan. Penjualan itu berarti belum termasuk ongkos produksi, gaji karyawan, biaya jualan, biaya ngiklan, biaya time-cost, dan pajak! Kalau mau fair harus mikirin berapa sih net profit nya alias untung bersihnya? Umumnya, untung bersih (nb: kalau untung yaa) perusahaan yang udah raksasa itu bervariasi antara 10%-20%. Itu kalau bisa dapet 20% udah untung besar tuh. Nah kalau kamu sekarang punya pekerjaan yang ngasih kamu penghasilan bersih 4 juta per bulan, kamu harus mikir sejuta kali deh kalau mau resign untuk menjadi pengusaha yang omzetnya palingan 20 juta per bulan!

    Taruhlah kamu orang yang beruntung bisa dapet 20% lempeng net profit selama lamanya ( mana mungkin!), maka kamu akan dapet uang bersih ya 20% x 20 juta = 4 juta rupiah sebulannya. Apa bedanya dongs? Hehehe. Pikirin ulang deh, ngejual sesuatu sampe 20 juta sebulan ga gampang loh, suwer, cius.

Kesalahan Mindset Nomor #2
Entrepreneur / Pengusaha itu Stabil, Mapan, dan Aman

    Saya 3 minggu yang lalu pernah naik taxi Bluebird di mana si supir taxi dulunya adalah pengusaha yang cukup sukses. Cerita punya cerita, bapak supir taxi asal Padang ini dulunya adalah juragan cuci film dan jual kamera merek FujiFilm. Saat jaya-jayanya, dia sempat memiliki sampai 1 gerai Fujifilm, 1 toko agen barang-barang perkulakan, 2 mobil box untuk usaha, dan 1 mobil Kijang yang pada waktu itu cukup mewah. Sayang seribu sayang, kemajuan usaha si Bapak di Fujifilm mandek terlebih karena trend kamera digital di awal 2000-an sudah datang. Fujifilm omzetnya turun di mana mana di pelosok Indonesia ini. Bukannya tidak berusaha, justru di saat itu dia sangat kerja keras, yah tapi apa mau dikata kejamnya krisis ekonomi juga membabat habis usaha beliau yang satunya lagi, toko agen. Jadilah si bapak bangkrut, menjual seluruh asetnya, pindah ke Jakarta lalu menjadi supir taxi Bluebird. Agak OOT, walau lebih sederhana sekarang dia mengaku lebih bahagia saat ini.

    Itu sebagian kecil kisah KEGAGALAN menjadi pengusaha. Menjadi pengusaha dan memiliki suatu kegiatan usaha gak gampang, cius deh! Pengalaman saya sebagai konsultan menunjukkan bahwa 85-90% usaha baru akan mati di tahun pertama. 5% berikutnya mati di tahun kedua atau ketiga. Yang sisa palingan 5% untuk tahun-tahun berikutnya. Untuk yang survive 5% itu pun belum tentu akan hidup berumur panjang selamanya loh! Dan bukan berarti akan untung terus sepanjang waktu. Malahan, bulan ini bisa untung, bulan depannya malah buntung.

    Gini deh, kamu pernah cek di sekitar rumah kamu? Berapa warung-warung makan, toko kelontong, salon, atau mini market yang bisa bertahan hingga >5 tahun? Palingan ada beberapa kan? Dan kalaupun ada, banyak dari mereka yang sebenarnya tidak bisa berkembang alias begitu-begitu aja. Memang pasti ada yang gilang gemilang, tapi sangat sedikit sekali jumlahnya dan resiko selalu ada.

    Balik lagi ke contoh pertama tadi, kalau loe sekarang punya pekerjaan dengan gajian 4 juta rupiah dan ditawari untuk resign untuk bikin usaha beromzet 20 juta per bulan, loe pilih mana?

    Sekarang makin dilema kan? Apalagi karena loe  udah tau keuntungannya itu gak stabil. Bulan ini bisa dapet untuk untung bersih 10%, bulan depan bisa 20%, bulan depannya lagi malah buntung alias rugi -50%! Mau bilang apa kalau begini? Mau marah-marah minta konsumen untuk stabil beli jualan / produkmu?

Kesalahan Mindset Nomor #3
Entrepreneur / Pengusaha itu berarti jadi BOS a.k.a bisa nyantai kayak di pantai dengan jam yang flexibel

    Hahaha. Ini mindset paling sarap. Pernah lihat gak sih loe kenyataan bahwa memulai usaha itu justru bakalan ngebuat hidup loe makin ribet, kerja makin keras, tidur makin kurang? Apalagi kalau cuma jadi entrepreneur pemula yang merintis dari bawah jangan dikira nyantai. Kerja jam memang bener flexibel sih, iya flexibel, maksudnya loe jadi kerja bisa kapan aja. Kalau konsumen loe nelpon jam 9 malem ya loe harus mau nanggepin, kalau pas malam minggu ada yang komplain ya harus loe tanggepin. Kalau loe ga respon ya elo yang gak makan. So, jam kerja FLEXIBEL = loe harus flexibel untuk diganggu kapan aja.

    Trus jangan dikira ya karena loe udah ngegaji anak buah hidup loe makin santai? Justru makin berat. Loe harus siap marah-marah kapan aja karena anak buah loe kerja ga bener, telat mulu, nuntut banyak, berusaha nipu loe! Wkwkwkwkwkwkwkwkwk. Jangan cuma karena ngeliat owner-owner perusahaan besar kehidupannya nyantai di televisi loe langsung tergiur. Mereka yang punya usaha kakap aja itu masih sibuk kali, apalagi loe yang usahanya kayak ikan cere, jangan harap deh gak sibuk.

Kesalahan Mindset Nomor #4
Entrepreneur / Pengusaha itu Penuh Gengsi

    Keren kali ya tulis occupation lo di facebook sebagai: Owner and CEO of PT. Semoga Lezat. Siapa coba yang gak kepincut sama loe kan? Tapi sadarlah wahai mas bro, itu malahan bisa jadi jebakan betmen yang membunuh kamu dan usahamu kelak. Kalau dari usaha yang kecil kamu sudah berorientasi gengsi, maka gud luck deh. Gak bakalan berhasil gw jamin. Yang namanya owner itu harus berani buang gengsi jauh-jauh. Kalau kamu pemilik perusahaan jasa Odong-odong, ya loe gak boleh malu dan gengsi untuk narik sendiri itu odong-odong keliling komplek. Kalau loe punya rumah makan, jangan malu untuk ikut turun singsingkan lengan baju untuk sebar-sebarin pamflet ke mana mana.

Wrap Up

Intinya, apapun jalan yang loe pilih entah kerja swasta, PNS, atau jadi pengusaha, semuanya ada enak ga enaknya. Dengan jadi pemilik bisnis kamu mungkin bisa setajir Chairul Tanjung nantinya, tapi trust me probabilitasnya amat sangat amat kecil. Kalau kamu pilih jadi profesional muda di lingkup swasta / pegawai negeri, kalau cuma hidup sejahtera, kalau untuk sekedar punya Camry dan rumah di Pondok Indah + jalan-jalan ke luar negeri enjoying life sangatlah memungkinkan, but trust me kalau berharap bisa setajir Aburizal Bakrie gak bakalan bisa kecuali loe nipu orang atau korupsi.

Intinya pikirikan tujuanmu dan tentukan hidupmu, tulisan ini dibuat sekedar untuk mengingatkan dan sedikit menetralisir adrenalinmu untuk terjun ke dunia wirausaha. Banyak kasus pemuda-pemuda yang terlalu nafsu jadi konglomerat akhirnya gelap mata ninggalin pekerjaannya yang sekarang dan pada akhirnya tetap gagal dalam usaha bisnisnya. So, choose wisely!

Kesimpulan dari penulis 
Bila kamu ingin jadi seorang pengusaha baru dengan awal jalan pemikiran seperti di atas jangan harap usaha kamu akan sukses.

Tapi bila kamu berfikir membangun sebuah usaha/perusahaan dengan tujuan baik yaitu untuk memajukan negara kita, memperkerjakan orang banyak, mengurangi jumlah penganguran dan sebagainya.. penulis yakin dan doa'kan semoga usaha/bisnis kamu lancar hingga besar menjadi sebuah perusahaan ternama :).

Baca juga yang ini Indonesia kalah kreatif dengan negara lain

Tulisan ini penulis kutip dari situs nasionalisme

Wednesday, June 19, 2013

Indonesia Kalah Kreatif dari Negara Lain


Sebenarnya ini adalah ringkasan dari buku Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland yang berjudul "Why Asians Are Less Creative Than Westerners" (Mengapa bangsa Asia kalah kreatif dari negara-negara barat). 
Tapi berhubung saya tinggal di Indonesia dan lebih mengenal Indonesia, maka saya mengganti judulnya, karena saya merasa bahwa bangsa Indonesia memiliki ciri-ciri yang paling mirip seperti yang tertulis dalam buku itu. 
1.Bagi kebanyakan orang Indonesia, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki
(rumah, mobil, uang dan harta lain). Passion (rasa cinta terhadap sesuatu) kurang dihargai. 

Akibatnya, bidang kreatifitas kalah populer oleh profesi dokter, pengacara, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang untuk memiliki banyak kekayaan.

2. Bagi orang Indonesia, banyaknya kekayaan yang dimiliki lebih dihargai daripada cara memperoleh kekayaan tersebut. 

Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai ceritera, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu.Tidak heran pula bila perilaku korupsi pun ditolerir/diterima sebagai sesuatu yang wajar.

3. Bagi orang Indonesia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis “kunci jawaban”, bukan pada pengertian. Ujian Nasional, tes masuk PT, dll, semua berbasis hafalan. 

Sampai tingkat sarjana,mahasiswa diharuskan hafal rumus-rumus ilmu pasti dan ilmu hitung lainnya,bukan diarahkan untuk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus rumus tersebut.

4.Karena berbasis hafalan, murid-murid di sekolah di Indonesia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi “Jack of all trades,but master of none” (tahu sedikit-sedikit tentang banyak hal tapi tidak menguasai apapun).

5.Karena berbasis hafalan,banyak pelajar Indonesia bisa jadi juara dalam Olympiade Fisika dan Matematika. Tapi hampir tidak pernah ada orang Indonesia yang memenangkan Nobel atau hadiah internasional lainnya yang berbasis inovasi dan kreativitas.

6.Orang Indonesia takut salah dan takut kalah. Akibatnya,sifat eksploratif sebagai upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk mengambil resiko kurang dihargai.

7 Bagi kebanyakan bangsa Indonesia,bertanya artinya bodoh! makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah.

8.Karena takut salah dan takut dianggap bodoh,di sekolah atau dalam seminar atau workshop, peserta jarang mau bertanya tetapi setelah sesi berakhir, peserta akan mengerumuni guru/narasumber untuk meminta penjelasan tambahan.

Dalam bukunya, Prof.Ng Aik Kwang menawarkan
beberapa solusi sebagai berikut:

1.Hargai proses.Hargailah orang karena pengabdiannya,bukan karena kekayaannya. Percuma bangga naik haji atau membangun mesjid atau pesantren, tapi duitnya dari hasil korupsi.

2.Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban. Biarkan murid memahami bidang yang paling disukainya.

3.Jangan jejali murid dengan banyak hafalan! apalagi matematika,untuk apa diciptakan kalkulator kalau jawaban untuk X x Y harus dihapalkan? Biarkan murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar-benar dikuasainya.

4.Biarkan anak memilih profesi berdasarkan passion (rasa cinta)-nya pada bidang itu, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yang lebih cepat menghasilkan uang.

5.Dasar kreativitas adalah rasa penasaran berani ambil resiko. Ayo bertanya!

6.Guru adalah fasilitator,bukan dewa yang harus tahu segalanya. Mari akui dengan bangga kalau kita tidak tahu!

7.Passion manusia adalah anugerah Tuhan. Sebagai orang tua,kita bertanggungjawab untuk mengarahkan anak kita untuk menemukan passionnya dan mensupportnya.

Dari rangkuman tersebut bagaimana menurut Anda?

Semua tulisan dan informasi ini penulis kutip dari kaskus bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca.